Tips Pintar Menulis Novel untuk Anak yang Wajib Dilakukan

November 2, 2020 by No Comments

Menulis novel untuk anak tentu berbeda dengan orang dewasa sehingga kita harus tahu bagaimana pemilihan cerita, kata dan karakter yang tepat. Bukan hanya orang dewasa yang menjadi penikmat novel, tapi juga anak-anak. Biasanya, novel ini dibuat sebagai pembelajaran nilai-nilai moral kebaikan kepada anak.

Mengingat sekarang ini sangat sedikit bacaan edukatif untuk anak membuat peluang menjadi penulis novel anak terbuka sangat lebar. Namun, sebelum Anda membuat novel, pastikan untuk mengetahui unsur apa saja yang harus ada dan sesuai dengan minat anak agar karya yang Anda ciptakan digemari anak-anak.

Gunakan Karakter yang Identik dengan Anak

Usia anak biasanya masih memiliki fantasi terhadap suatu hal jadi tidak masalah jika Anda menggunakan karakter atau tokoh fiksi, seperti tokoh dengan kekuatan super tertentu. Sebenarnya, pemilihan karakter dalam menulis novel untuk anak harus disesuaikan dengan genre yang akan diusung, apakah cerita fiksi atau nyata.

Jika Anda ingin membuat cerita non-fiksi, maka gunakan karakter nyata dan dekat dengan kehidupan anak, misalnya ibu, bapak, guru, penjual es dan lain sebagainya. Hindari pemilihan tokoh dengan pekerjaan yang tidak dimengerti oleh anak, seperti akuntan, analis dan lain sebagainya karena anak akan kesulitan mencernanya.

Gunakan Bahasa Sederhana

Kemampuan berbahasa anak dan orang dewasa tentu saja berbeda sehingga kita harus mempertimbangkannya. Pastikan bahwa Anda memilih kata yang biasa digunakan dan hindari penggunaan istilah profesional karena sudah pasti pembaca akan merasa bingung. Itulah mengapa pilihan kata dalam pembuatan novel ini sangatlah penting untuk diperhatikan.

Selain itu, gunakan bahasa yang sesuai dengan target pasar, misalnya bahasa Sunda untuk penjualan di area Jawa Barat saja. Namun, agar lebih aman gunakan bahasa Indonesia sehari-hari agar anak bisa memahami isi novel dengan baik. Pastikan juga untuk memilih kata yang sopan dan baik.

Tuliskan Happy Ending

Sebagai penulis artikel, pastilah kita harus memikirkan bagaimana struktur penulisan novel terlebih dahulu, termasuk di bagian akhir. Kita sudah harus menentukan, ingin membuat happy ending atau sad ending, tergantung dari keinginan penulis itu sendiri. Namun, pastikan cerita berakhir bahagia untuk novel anak.

Mengapa demikian? Anak cenderung lebih tertarik dengan cerita yang berakhir bahagia karena cerita happy ending memberikan harapan dan kebahagiaan terhadap dunia yang mereka tinggali. Hal ini juga penting untuk membangun semangat berjuang anak, sekaligus memberikan nilai-nilai moral yang bisa diambil dari cerita tersebut.

Buatlah Cerita yang Sederhana

Berbagai cerita bisa kita angkat menjadi sebuah karya novel, namun kita juga harus menyesuaikannya dengan usia pembaca. Apabila novel tersebut untuk usia anak, maka carilah tema yang sesuai, seperti pendidikan, pertemanan dan lainnya. Pastikan alur cerita tersebut sederhana agar anak tidak kesulitan memahaminya.

Tidak sulit untuk menciptakan karya novel untuk anak jika Anda memahami bagaimana karakternya. Novel tersebut akan lebih menarik jika Anda menyertakan ilustrasi gambar saat menulis novel untuk anak agar mereka lebih mudah memahami cerita tersebut.